Ramah, asik dan terbuka. Yaa ketiga kata itu tidaklah cukup untuk menggambarkan para volunteer di kawasan Gunung Gede Pangrango. Sebelum saya dan empat teman saya mendaki Gunung Gede, kami memutuskan untuk singgah dan menginap di sekretariat Montana. Montana adalah sebuah organisasi pecinta alam sekaligus voluteer di kawasan Gunung Gede Pangrango. Mereka begitu terbuka dan senang melihat kedatangan kami. Kami menghabiskan waktu malam kami dengan mereka. Saling berbincang bertukar cerita dan canda tawa. Saya salut dengan mereka. Mereka menjadi volunteer disana tanpa pamrih. Hanya berbekal semangat dan rasa kepedulian mereka terhadap lingkungan sekitar yang membuat mereka teguh terhadap perannya sebagai volunteer. Tiga kali dalam setahun mereka sukarela membersihkan dan merawat kawasan Gunung Gede Pangrango yang mulai kotor dan rusak oleh pendaki-pendaki yang tidak bertanggungjawab.
Kamis pagi tanggal 29 Desember 2011 saya beserta empat teman saya mendaki Gunung Gede. Diperjalanan kami disuguhi oleh pemandangan sekitar yang indah, udara yang sejuk, dan juga rasa miris yang menghinggap di hati melihat kawasan ini banyak berserakan sampah-sampah serta coretan-coretan. Bahkan ada shelter tempat beristirahat yang dirusak oleh para “Purpala”. Yaa saya menyebutnya Purpala (baca : pura-pura pecinta alam). Saya menyebutnya demikian karena mereka tidak tau makna sebenarnya dari kata pecinta alam. Mereka hanya berusaha mendaki dan menaklukan Puncak Gunung, tanpa peduli lingkungan sekitar mereka. Setibanya di tempat camp, Surya Kencana, perasaan miris dan marah ini semakin memuncak di dalam hati. Betapa tidak, sampah-sampah semakin banyak berserakan, dan lebih parahnya lagi ada seseorang yang sengaja buang air di kawasan sumber air disana. Seperti kita tau sumber air adalah tempat yang “vital” bagi para pendaki, karena sebagai sumber minum mereka.
Yaa itu lah mereka Si Purpala dan Sang Volunteer. Ketika para volunteer bekerja keras, mengorbankan sebagian waktunya untuk merawat dan membersihkan lingkungan sekitar, dengan seenaknya para Purpala mengotori dan merusak pemandangan indah di kawasan Gunung Gede Pangrango. Saya jadi teringat oleh perkataan salah satu volunteer disana, dia biasa disebut Bang Begeng. Beliau berkata “setidaknya kalo ga bisa ngebersihin yaa jangan ngotorin”.
Semoga seiring berjalannya waktu para pendaki sadar bahwa mereka dan alam saling membutuhkan.
selamatlah alam semesta
Senin, 09 Januari 2012
Si Purpala dan Sang Volunteer [Catatan Perjalanan Gunung Gede]
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar